let's smile This Blog is part of the U Comment I Follow movement in blogosphere.Means the comment field of this blog is made DOFOLLOW.Spam wont be tolerated.

Blogger Widgets

Join the movement and Get this widget

Blog d'informazione e cronaca sportiva

Blogger Indonesia
Latest News

Faktor eksogen atau factor dari luar individu

Sabtu, 04 April 2009 , Posted by Qym at 4/04/2009 12:34:00 PM

Faktor eksogen atau factor dari luar individu

a. Faktor lingkungan
Lingkungan disini menyangkut segala sesuatu yang ada disekitar individu, baik fisik, biologis maupun sosial. Ternyata lingkungan sangat berpengaruh terhadap perilaku individu karena lingkungan merupakan lahan untuk perkembangan perilaku.
b. Pendidikan
Secara luas pendidikan mencakup seluruh proses kehidupan individu sejak dalam ayunan hingga liang lahat, berupa interaksi individu dengan lingkungannya, baik secara formal maupun informal. Proses dan kegiatan pendidikan pada dasarnya melibatkan masalah perilaku individu maupun kelompok. Kegiatan pendidikan formal maupun informal berfokus pada proses belajar mengajar, dengan tujuan agar terjadi perubahan perilaku, yaitu dari tidak tahu menjadi tahu.
c. Agama
Merupakan tempat mencari makna hidup yang terakhir atau penghabisan. Agama sebagai suatu keyakinan hidup yang masuk kedalam konstruksi kepribadian seseorang sangat berpengaruh dalam cara berpikir, bersikap, bereaksi dan berperilaku individu.
d. Sosial ekonomi
Telah disinggung sebelumnya bahwa salah satu lingkungan yang berpengaruh terhadap perilaku seseorang adalah lingkungan sosial. Lingkungan sosial dapat menyangkut sosial budaya dan sosial ekonomi. Khusus menyangkut sosial ekonomi, sebagai contoh keluarga yang status sosial ekonominya berkecukupan, akan mampu menyediakan segala fasilitas yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
e. Kebudayaan
Menurut Mac Iver sebagaimana dikutip oleh Soerjono Soekamto (2001) “ekspresi jiwa terwujud dalam cara-cara hidup dan berpikir, pergaulan hidup, seni kasusastraan, agama, rekresi, dan hiburan”. Koentjoroningrat (1990) memberi batasan kebudayaan adalah “keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakannya belajar, serta dari hasil budi dan karyanya itu. Dalam arti sempit kebudayaan diartikan sebagai kesenian , adat istiadat atau peradapan manusia. Ternyata hasil kebudayan manusia akan mempengaruhi perilaku manusia itu sendiri.
f. Faktor-faktor lain
(1). Susunan syaraf pusat memegang peranan penting karena merupakan sasaran untuk memindahkan energi yang berasal dari stimulus melalui neuron ke simpul syaraf tepi yang seterusnya akan menjadi perilaku. Impuls-impuls syaraf indra pendengaran, penglihatan, pembau, pengecap, dan peraba yang disalurkan dari tempat masuknya stimulus melalui impuls-impuls saraf ke susunan syaraf pusat, yaitu otak dan setelah disadari melalui persepsi maka individu akan berperilaku.
(2). Persepsi merupakan proses diterimanya rangsang melalui panca indra yang didahului oleh perhatian (Attention) sehingga individu sadar tentang sesuatu yang ada di dalam maupun di luar dirinya. Melalui persepsi dapat diketahui perubahan perilaku seseorang. Setiap individu kadang-kadang memiliki persepsi yang berbeda maupun mengamati obyek yang sama.
(3). Emosi, Maramis (1999) menyebutkan bahwa emosi adalah “manivestasi perasaan atau afek keluar disertai banyak komponen fisiologik, dan biasanya berlangsung tidak lama”. Perilaku individu dapat dipengaruhi emosi. Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan jasmani. Perilaku individu yang sedang marah, kelihatan mukanya merah.

Currently have 0 komentar:

Leave a Reply

Poskan Komentar

Connecti.Biz FreeHostID.com MyWebInstant.com UsahaWeb.com Zoombase.com http://www.usahaweb.com/idevaffiliate.php?id=6886
DirectoryVault.com
Loading